Pengembangan Organisasi Perguruan Tinggi Berkelanjutan


Diterbitkan pada:

Perguruan tinggi merupakan organisasi yang dianggap mampu melakukan tugas-tugasnya secara konsisten dan mapan, sehingga program peguruan tinggi tidak saja mempengaruhi pengembangan organisasinya tetapi juga secara simultan akan mempengaruhi lingkungannya. Segala sesuatu yang dilakukan oleh perguruan tinggi akan melibatkan dan mempengaruhi lingkungannya, karena itu, perguruan tinggi menjadi harapan untuk melakukan perubahan.

Perguruan tinggi menjadi instrumen untuk peningkatan kualitas di berbagai bidang, tidak hanya kualitas keilmuan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang diproduknya. Karena itu, perguruan tinggi setiap saat dituntut untuk melakukan perubahan dan pengembangan organisasi.

Perubahan dan pengembangan organisasi yang dilakukan dimaksudkan untuk pengembangan peran dan fungsinya sehingga segala sesuatu yang telah direncanakan dapat terlaksana. Namun demikian bukan berarti pengembangan organisasi tersebut hanya untuk kepentingan organisasi itu sendiri, tetapi berkait erat dengan tuntutan stakeholders pendidikan yang semakin beragam namun membutuhkan spesifikasi yang dapat menjamin kepentingannya agar terpenuhi sesuai dengan keinginannya. Kepuasanan stakeholders oleh karenanya menjadii tolok ukur atas layanan yang diberikan.

amiruddin-siahaan-pengembangan-organisasi-perguruan-tinggi

Pengembangan organisasi merupakan tuntutan sekaligus kebutuhan yang mendesak dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi. Persaingan yang ketat dan keras dalam konteks kekinian yang disebabkan kebutuhan akan mutu semakin mendesak menyebabkan setiap organisasi, khususnya perguruan tinggi harus mengantisipasi tuntutan perkembangan tersebut.

Perguruan tinggi menjadi barometer untuk melakukan perubahan, perubahan yang dimaksud adalah perubahan untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan baik sebagai akibat lajunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sistem manajemen organisasi yang setiap saat harus menyesuaikan diri sebagai konsekuensi logis dari perubahan-perubahan paradigma keorganisasian saat ini.

Menurut Siagian (1997: 206) tujuan utama daripada perubahan organisasi adalah untuk meningkatkan kemampuan operasional dari setiap dan semua orang di dalam organisasi yang pada gilirannya memang biasanya tercermin dalam peningkataan kemampuan organisasional sebagai keseluruhan. Dengan perkataan lain, perubahan organisasional diperlukan dengan beberapa pertimbangan seperti:

  1. Meningkatkan kemampuan organisasi untuk menampung akibat daripada perubahan yang terjadi dalam berbagai bidang kehidupan dan terjadi di luar organisasi;
  2. Meningkatkan peranan organisasi dalam turut menentukan arah perubahan yang mungkin terjadi;
  3. Melakukan penyesuaian-penyesuaian secara intern demi peningkatan kemampuan melakukan kedua hal tersebut di atas;
  4. Meningkatkan daya tahan organisasi, bukan saja untuk mampu tetap bertahan akan tetapi juga untuk terus bertumbuh dan berkembang;
  5. Mengendalikan suasana kerja sedemikian rupa sehingga para anggota organisasi tetap merasa aman dan terjamin meskipun terjadi perubahan-perubahan di daladisinilahm dan di luar organisasi.

Perubahan dan pengembangan organisasi perguruan tinggi dimaksudkan bukan hanya sekedar trend untuk melakukan perubahan, apalagi sekedar ikut-ikutan saja, tertapi dilakukan untuk menjamin kesuksesan perguruan tinggi sebagai organisasi yang dibutuhkan oleh siapa saja yang menjadi pelanggannya. Organisasi pada saat ini cenderung melakukan perubahan dan pengembangan agar dapat menjamin sustainibilitas organisasi tersebut. Strategi organisasi sifatnya beragam untuk menjamin kelangsungan dan eksistensinya, strategi tersebut bertujuan agar organisasi sukses mencapai tujuan, sasaran maupun terget yang telah ditetapkan.

pengembangan-organisasi-perguruan-tinggi
amiruddin-siahaan-favicon

“Disinilah diperlukan kepemimpinan yang kuat tapi bersahaja, cerdas tapi tidak arogan, mampu menempatkan personil pada tempat yang tepat, sederhana dan rendah hati tapi memiliki komitmen yang kuat kepada profesionalitas, orasi yang tak terkontrol sehingga lupa capaian rencana organisasi, dan yang paling membahayakan adalah tidak mengenal karakter sub-sistem organisasi sehingga abai memperlakukan personil secara proporsional.”

— Dr. Amiruddin Siahaan, M.Pd

Tinggalkan komentar

0 Shares
Share via
Copy link
Powered by Social Snap